Gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter merusak rumah sakit dan mengirim orang ke tempat yang lebih tinggi di Indonesia
keren989
- 0
Untuk mendapatkan pemberitahuan berita terkini gratis dan real-time yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda, daftarlah ke email berita terkini kami
Berlangganan email berita terkini gratis kami
Berlangganan email berita terkini gratis kami
Gempa bumi bawah laut yang kuat dengan kekuatan 7,1 skala Richter melanda Indonesia pada hari Selasa, menyebabkan orang-orang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Tsunami kecil berukuran 11 cm juga terdeteksi di wilayah pesisir Tanah Bala, Kabupaten Nias Selatan. Namun peringatan tsunami dicabut sebelum fajar, dua jam setelah gempa bawah laut melanda.
Rekaman dari bagian barat negara kepulauan rawan gempa yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan kepanikan ketika orang-orang mulai meninggalkan desa di Pulau Mentawai dengan berjalan kaki dan mengendarai kendaraan roda dua dalam kegelapan dan di tengah hujan.
Beberapa pasien di rumah sakit kota juga dievakuasi ke halaman rumahnya setelah terlihat retakan di lantai fasilitas tersebut.
Warga di Padang, sebuah kota di pantai barat Sumatera, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka panik ketika sirene peringatan tsunami berbunyi di tengah malam, memaksa mereka mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
“Kami lari karena mendengar ada tsunami. Saya hanya membawa keluarga, tidak membawa apa-apa lagi,” kata Hendra, warga Padang yang menyebut satu nama, saat berada di lokasi pengungsian.
Beberapa wilayah di Kepulauan Mentawai yang paling dekat dengan pusat gempa juga dilaporkan padam.
Guncangan gempa dirasakan di kabupaten dan kota di provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara, menurut pemberitaan media setempat. Evakuasi ke tempat yang lebih tinggi diperintahkan untuk beberapa daerah.
“Banyak warga di berbagai kota di Pulau Mentawai memilih tetap mengungsi di tempat yang lebih tinggi, meski peringatan tsunami telah dihentikan karena kekhawatiran akan gempa susulan,” kata Abdul Muhari, juru bicara lembaga tersebut.
Gempa berpusat 170 km tenggara Teluk Dalam, kota pesisir di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada kedalaman 15 km.
Warga secara bertahap mulai kembali ke rumah mereka pada hari Selasa. Namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau mereka tetap waspada dan memastikan pintu keluar rumah tidak terhalang jika harus mengungsi lagi.
Meskipun sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, para pejabat telah memperingatkan bahwa gempa susulan dapat terus terjadi.
“Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, jika terjadi gempa yang berlangsung lebih dari 30 detik, harap segera pergi ke tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tsunami,” kata badan tersebut dalam keterangannya.
Indonesia, negara yang terletak di Cincin Api Pasifik, sering dilanda gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.
November lalu, gempa berkekuatan 5,6 skala Richter menewaskan sedikitnya 340 orang dan merusak lebih dari 62.600 rumah di sebagian Jawa Barat.
Pada tahun 2018, serangkaian gempa bumi dahsyat melanda pulau Lombok, menewaskan lebih dari 500 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Pada tahun 2019, tsunami dahsyat melanda Selat Sunda, menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai ribuan lainnya.
Pelaporan tambahan oleh lembaga