Dalam bentrokan di Pakistan, Khan telah menunjukkan bahwa dia memimpin banyak orang. Apa yang mereka inginkan?
keren989
- 0
Untuk mendapatkan pemberitahuan berita terkini gratis dan real-time yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda, daftarlah ke email berita terkini kami
Berlangganan email berita terkini gratis kami
Penangkapan mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan awal pekan ini menunjukkan betapa cepatnya para loyalisnya dapat melakukan mobilisasi dalam jumlah besar.
Dalam beberapa jam setelah penangkapannya, para pendukungnya membakar kendaraan dan bangunan serta menyerang fasilitas polisi dan militer untuk mengungkapkan kemarahan mereka atas perlakuan terhadap pemimpin oposisi berusia 70 tahun tersebut. Pendukung Khan telah muncul sebagai kekuatan besar, menantang otoritas pemerintah dan militer, dan sadar bahwa mereka dapat mengubah keseimbangan politik melalui tekanan yang tiada henti.
Berikut ini siapa mereka dan apa yang mendorong mereka:
APA ITU APEL IMRAN KHAN?
Khan telah menjadi bintang di Pakistan selama beberapa dekade. Sebagai seorang atlet, pada tahun 1992 ia memimpin negara itu meraih satu-satunya kemenangan di Piala Dunia dalam cabang kriket, sebuah olahraga besar di Asia Selatan. Hal ini membuatnya menjadi pahlawan bagi puluhan juta orang bahkan sebelum ia terjun ke dunia politik.
Ia mendirikan rumah sakit kanker pertama di Pakistan, dinamai menurut nama ibunya, dan terjun ke dunia filantropi. Mantra antikorupsinya sukses di negara yang penuh dengan korupsi. Dan dia mengklaim bahwa dialah satu-satunya pemimpin yang mampu melawan Barat dan khususnya Amerika Serikat. Ini adalah cerita yang populer di Pakistan, di mana kebencian terhadap keterlibatan asing dalam urusan dalam negeri semakin mendalam.
SIAPA PENDUKUNGNYA?
Seruan Khan melintasi kelas sosial. Kelompok loyalis termasuk generasi muda Pakistan yang berpendidikan dan tidak memiliki hubungan dengan dua dinasti politik utama, Sharif dan Bhutto. Ia juga menghimbau kepada diaspora dan masyarakat buta huruf di daerah pedesaan yang tidak memiliki akses ke media sosial atau internet.
Menyatukan kelompok-kelompok ini adalah pesan Khan tentang menantang kaum elit dan status quo. Dia menambah rasa kecewa para pendukungnya. Ribuan orang, baik pria, wanita, tua dan muda, melakukan perjalanan untuk mendengarkan pidatonya di demonstrasi terbuka.
Dukungannya di kalangan masyarakat berusia 20-an dan 30-an menjelaskan dominasi partainya di media sosial, khususnya Twitter. Sebagian besar basis kekuasaannya terletak di provinsi Punjab bagian timur dan provinsi barat laut Khyber Pakhtunkhwa.
Apa Bedanya Wabah Kekerasan Ini?
Bentrokan dengan penegak hukum yang terjadi minggu ini maupun penangkapan massal terhadap aktivis dan pemimpin partai Pakistan Tehreek-e-Insaf yang dipimpin Khan, tidak membuat para pengikutnya jera. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan kerugian menimpa Khan, dan bersumpah untuk membalas siapa pun yang berani melewati apa yang mereka sebut garis merah, dalam hal ini penangkapannya.
Tingkat kekerasan seperti ini belum pernah terjadi sejak tahun 2007, ketika perdana menteri saat itu, Benazir Bhutto, dibunuh dan para pengikutnya berantakan selama berhari-hari. Penangguhan media sosial dan internet seluler tidak menghentikan ribuan pendukung Khan.
APA YANG TERJADI SELANJUTNYA?
Gejolak yang terjadi minggu ini telah menempatkan pemerintah, aparat keamanan, dan peradilan dalam posisi yang sulit.
Meskipun para pendukung Khan tidak membuat Pakistan terhenti, mereka mengganggu kehidupan sehari-hari. Institusi pendidikan untuk sementara tutup, belanja konsumen menurun karena masyarakat harus tetap berada di rumah, industri melambat, manajemen sehari-hari terhenti, dan penangguhan jaringan seluler telah berdampak pada layanan seperti pesan-antar makanan dan aplikasi ride-hailing.
Penangkapan Khan dan apa yang dilihat oleh para kritikus sebagai sikap pemerintah yang terpaku padanya hanya mengobarkan semangat para loyalisnya, yang mengatakan bahwa mereka bersedia melakukan apa pun untuk menyelamatkannya.