• January 27, 2026

Militer Tiongkok menunjukkan kekuatan kepada Taiwan setelah kunjungan Tsai

Militer Tiongkok telah mengirim beberapa lusin pesawat tempur dan 11 kapal perang ke Taiwan untuk unjuk kekuatan menyusul kunjungan presidennya ke AS, kata kementerian pertahanan pulau itu pada Senin.

Militer Tiongkok sebelumnya mengumumkan “patroli kesiapan tempur” selama tiga hari sebagai peringatan terhadap Taiwan, sebuah pulau dengan pemerintahan sendiri yang diklaim Tiongkok sebagai miliknya. Tindakan tersebut mengikuti misi diplomatik Presiden Tsai Ing-wen yang rumit untuk menopang aliansi Taiwan yang semakin melemah di Amerika Tengah dan meningkatkan dukungan AS, sebuah perjalanan yang diakhiri dengan pertemuan sensitif dengan Ketua DPR AS, Kevin McCarthy, di California. Delegasi Kongres AS juga bertemu dengan Tsai di Taiwan pada akhir pekan setelah dia kembali.

Tiongkok menanggapi pertemuan McCarthy dengan memberlakukan larangan perjalanan dan sanksi keuangan terhadap mereka yang terkait dengan perjalanan Tsai ke AS dan peningkatan aktivitas militer.

Antara pukul 6 pagi pada hari Minggu dan pukul 6 pagi pada hari Senin, total 70 pesawat terdeteksi dan setengahnya melintasi garis tengah Selat Taiwan, sebuah perbatasan tidak resmi yang pernah diterima secara diam-diam oleh kedua belah pihak, menurut Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan. Pesawat yang melintasi garis tengah tersebut antara lain 8 pesawat tempur J-16, 4 pesawat tempur J-1, 8 pesawat tempur Su-30, dan pesawat pengintai.

Peristiwa ini terjadi sehari penuh antara Jumat dan Sabtu, di mana delapan kapal perang dan 71 pesawat terdeteksi di dekat Taiwan, menurut kementerian pertahanan pulau itu. Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menangani situasi ini dari sudut pandang “tidak meningkatkan konflik, dan tidak menyebabkan perselisihan.”

Taiwan mengatakan pihaknya telah memantau pergerakan Tiongkok melalui sistem rudal berbasis darat, serta kapal angkatan lautnya sendiri.

Selain patroli kesiapan tempur, Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok akan mengadakan “pelatihan tembakan langsung” di Teluk Luoyuan di provinsi Fujian Tiongkok di seberang Taiwan, Otoritas Maritim setempat mengumumkan pada akhir pekan.

Pelecehan militer Tiongkok terhadap Taiwan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan pengiriman pesawat atau kapal ke pulau itu hampir setiap hari, dan jumlah tersebut meningkat sebagai respons terhadap aktivitas sensitif.

Taiwan berpisah dengan Tiongkok pada tahun 1949 setelah perang saudara. Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa mengatakan pulau itu akan bergabung kembali dengan daratan, jika perlu dengan kekerasan. Beijing mengatakan kontak dengan pejabat asing semakin menguatkan warga Taiwan yang menginginkan kemerdekaan formal, sebuah tindakan yang menurut partai berkuasa akan mengarah pada perang.

Toto SGP