• January 27, 2026
Risiko demensia meningkat ketika seseorang terkena diabetes pada usia muda, menurut penelitian

Risiko demensia meningkat ketika seseorang terkena diabetes pada usia muda, menurut penelitian

Risiko seseorang terkena demensia meningkat ketika mereka semakin muda terkena diabetes, menurut penelitian.

Para ahli mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa mencegah perkembangan pradiabetes menjadi diabetes tipe 2 dapat berarti penurunan kasus demensia secara signifikan di masa depan.

Pradiabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah tinggi namun belum melewati ambang batas diabetes tipe 2.

Hal ini terkait dengan risiko tinggi berkembang menjadi diabetes, namun juga terkait secara independen dengan perubahan kesehatan lainnya.



Pradiabetes dikaitkan dengan risiko demensia, namun risiko ini dijelaskan oleh perkembangan diabetes

Penulis studi

Kebanyakan orang yang mengidap diabetes pertama kali melewati tahap pradiabetes ini.

Di antara orang dewasa paruh baya yang menderita pradiabetes, 5% hingga 10% per tahun mengembangkan diabetes tipe 2, dan total 70% dari mereka yang menderita pradiabetes berkembang menjadi diabetes dalam hidupnya, kata para peneliti.

Penelitian menunjukkan bahwa sepertiga penduduk Inggris mungkin menderita pradiabetes.

Untuk melihat risiko demensia yang berhubungan dengan pradiabetes, penulis menganalisis data dari orang-orang dari studi Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC) di AS.

Menurut penelitian, ada risiko tiga kali lebih besar terkena demensia pada mereka yang menderita diabetes tipe 2 sebelum usia 60 tahun.

Peningkatan risiko ini turun menjadi 73% bagi mereka yang mengalami penyakit ini pada usia antara 60-69 tahun dan peningkatan risiko sebesar 23% bagi mereka yang mengalami penyakit ini pada usia antara 70-79 tahun.



Timbulnya diabetes pada usia dini paling erat kaitannya dengan demensia

Penulis studi

Temuan yang dipublikasikan di Diabetologia ini menunjukkan bahwa diabetes pada usia 80 atau lebih tidak terkait dengan peningkatan risiko demensia.

Para penulis mengatakan: “Pradiabetes dikaitkan dengan risiko demensia, namun risiko ini dijelaskan oleh perkembangan diabetes.

“Diabetes yang dimulai pada usia dini paling kuat kaitannya dengan demensia.

Oleh karena itu, mencegah atau memperlambat perkembangan pradiabetes menjadi diabetes akan secara signifikan mengurangi beban demensia di masa depan.

Studi yang dilakukan oleh mahasiswa PhD Jiaqi Hu dan Profesor Elizabeth Selvin dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, di AS, dan rekannya, mengevaluasi hubungan pradiabetes dengan risiko demensia sebelum dan sesudah memperhitungkan perkembangan diabetes tipe 2 selanjutnya.

Di antara 11.656 orang yang awalnya tidak menderita diabetes, 2.330 (20%) menderita pradiabetes.

Ketika memperhitungkan diabetes yang berkembang setelah periode awal, para peneliti tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara pradiabetes dan demensia.

Namun, mereka menemukan bahwa perkembangan diabetes tipe 2 pada usia dini memiliki hubungan paling kuat dengan demensia.

HK Pool